Powered By Blogger

SELAMAT DATANG SEMUA


Terimakasih atas kunjungan anda semuanya.
Semoga berguna bagi anda semua.
Silahkan berikan kritik dan saran anda.

Anda mencari sesuatu

Rabu, 13 Januari 2010

Perjalanan lagu-lagu iwan fals bab 2

Album Wakil Rakyat , Iwan Fals kembali ke arranger Bagoes A.A., karena di periode ini Iwan Fals berteman dengan Bagoes A.A. dan K3 S (Kelompok 3 Suara - personilnya adalah Bagoes A.A., Dian PP dan Dedi Dhukun, pernah mengisi backing vocal di lagu "Aku Sayang Kamu"), bahkan Iwan Fals sempat membuat lirik untuk album K3 S pada lagu Ratu di album OH..yaa. Suara Iwan Fals makin kuat makin berisi meski musiknya bernuansa pop-balada, tapi karakter yang ditimbulkan sangat kuat. Suaranya tak lagi cempreng seperti dulu. Mungkin Iwan Fals udah menemukan teknik bernyanyi yang baru. Lagu ‘Ping Pong’ sangat pas dan jenaka. Beralih ke Rock Mungkin kita tidak menyadari, sebenarnya Iwan Fals sudah melakukan hal ini sejak dulu. Seperti lagu ‘ Bangunlah Putra-Putri Pertiwi’ (album Sarjana Muda), ‘Puing’ (album Sumbang), ‘Siang Seberang Istana’ (album Sugali), ‘ Kota’ (album Aku Sayang Kamu), ‘ Nelayan’ (album Lancar). Iwan Fals sudah mengeluarkan suaranya dengan full. Album 1910 , album yang ditangani arranger bertangan dingin Ian Antono, sebenarnya ini bukan awal kerjasama Iwan Fals dan Ian Antono. Sejak lagu ‘Galang Rambu Anarki’ (album Opini), album Sumbang dan lagu ‘Ethiopia’, Ian Antono yang menangani semua musiknya. Baru pada album ini Ian Antono total mengaransir semua lagu dan memainkan instrument didalamnya. Suara Iwan Fals semakin mantap bisa mencapai ke range yang lebih tinggi dan luas, suara yang tebal dan nggak cempreng. Power yang menghentak-hentak seperti lagu ‘Balada Orang-Orang Pedalaman’. Bahkan bisa lembut pada lagu ‘Ibu’. Nyatanya Ian Antono telah menemukan sebuah formula untuk menangkap keliaran suara Iwan Fals. Ian dituntut untuk menghasilkan gaya bernyanyi yang beda dari sebelumnya. Ian Antono memasukan ciri khasnya dalam melakukan backing-vocal yang menggunakan suara falsetto Ian Antono pada koor yang menggunakan 8 sampai 12 track. Bisa disimak pada lagu ‘Mimpi Yang Terbeli’ dan ‘1910’, melengking tajam dan mengutamakan ketebalan suara yang sangat eksotis.Kedekatan Iwan Fals dan Ian Antono berlanjut ke materi album berikutnya yaitu Mata Dewa , disinilah album masterpiece tercipta. Sudah pada tahu bagaimana album ini membawa Iwan Fals ke popularitas yang lebih tinggi. Gaya bernyanyinya juga berubah dimana resonansi suaranya tak lagi kehidung. Coba simak lagu: - Puing (album Sumbang) dengan Puing (album Mata Dewa) - Berkacalah Jakarta (album Sugali) dengan Berkacalah Jakarta (album Mata Dewa) - Yang Terlupakan (album Sarjana Muda) dengan Yang Terlupakan (album Mata Dewa) - Timur Tengah II (album Aku Sayang Kamu) dengan Timur Tengah II (album Mata Dewa) - PHK (album Wakil Rakyat] dengan PHK (album Mata Dewa) Terlihat jelas perbedaannya pada album Mata Dewa yang sangat mendominasi ketebalan suara dan sound yang keras dan enerjik. Apalagi pada lagu ‘Air Mata Api’ suara Iwan Fals sangat menjangkau pada interval suara yang tinggi. Mungkin Iwan Fals tidak bisa lagi menjangkaunya pada saat sekarang.Kedekatan Iwan Fals dan Ian Antono berlanjut ke materi album berikutnya yaitu Mata Dewa , disinilah album masterpiece tercipta. Sudah pada tahu bagaimana album ini membawa Iwan Fals ke popularitas yang lebih tinggi. Gaya bernyanyinya juga berubah dimana resonansi suaranya tak lagi kehidung. Coba simak lagu: - Puing (album Sumbang) dengan Puing (album Mata Dewa) - Berkacalah Jakarta (album Sugali) dengan Berkacalah Jakarta (album Mata Dewa) - Yang Terlupakan (album Sarjana Muda) dengan Yang Terlupakan (album Mata Dewa) - Timur Tengah II (album Aku Sayang Kamu) dengan Timur Tengah II (album Mata Dewa) - PHK (album Wakil Rakyat] dengan PHK (album Mata Dewa) Terlihat jelas perbedaannya pada album Mata Dewa yang sangat mendominasi ketebalan suara dan sound yang keras dan enerjik. Apalagi pada lagu ‘Air Mata Api’ suara Iwan Fals sangat menjangkau pada interval suara yang tinggi. Mungkin Iwan Fals tidak bisa lagi menjangkaunya pada saat sekarang.Kedekatan Iwan Fals dan Ian Antono berlanjut ke materi album berikutnya yaitu Mata Dewa , disinilah album masterpiece tercipta. Sudah pada tahu bagaimana album ini membawa Iwan Fals ke popularitas yang lebih tinggi. Gaya bernyanyinya juga berubah dimana resonansi suaranya tak lagi kehidung. Coba simak lagu: - Puing (album Sumbang) dengan Puing (album Mata Dewa) - Berkacalah Jakarta (album Sugali) dengan Berkacalah Jakarta (album Mata Dewa) - Yang Terlupakan (album Sarjana Muda) dengan Yang Terlupakan (album Mata Dewa) - Timur Tengah II (album Aku Sayang Kamu) dengan Timur Tengah II (album Mata Dewa) - PHK (album Wakil Rakyat] dengan PHK (album Mata Dewa) Terlihat jelas perbedaannya pada album Mata Dewa yang sangat mendominasi ketebalan suara dan sound yang keras dan enerjik. Apalagi pada lagu ‘Air Mata Api’ suara Iwan Fals sangat menjangkau pada interval suara yang tinggi. Mungkin Iwan Fals tidak bisa lagi menjangkaunya pada saat sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar