KECENDERUNGAN kaum Adam menyukai gaya bercinta kilat atau yang lebih dikenal dengan istilah quicky sex. Cepat, beringas, menggebu-gebu dan panas adalah empat kata yang mendeskripsikan kedahsyatan dari sebuah seks kilat.
Namun, tidak hanya kaum pria saja yang menyukai quicky sex , karena setiap orang memiliki preferensi masing-masing yang berkaitan erat dengan imajinasinya.
Jadi tidak ada standar khusus di sini, maksudnya selama setiap orang punya niat dan kreativitasnya untuk mengembangkan imajinasinya dengan waktu dan tenaga. Intinya, semakin kreatif seseorang, maka semakin pria dan wanita dapat menikmati seks itu.
Meski demikian, tak bisa dimungkiri bahwa kebanyakan pria memang lebih menyukai gaya bercinta tipe ini karena mereka lebih imajinatif daripada kaum Hawa. Selain itu, quicky sex mampu menghasilkan suatu sensasi kenikmatan tersendiri.
Rasa berdebar yang muncul karena takut dilihat orang dirasakan pria mampu membangkitkan gairah seks yang lain daripada biasanya.
Sementara kebanyakan perempuan lebih menyukai kegiatan seks yang normal. Dalam artian diawali dengan kegiatan foreplay terlebih dahulu, kemudian baru ke tahap puncak suatu hubungan intim.Kaum perempuan ketika melakukan quicky sex itu lebih sering memikirkan pada nilai moral (berhubungan dengan normatif), malu, tidak pada tempatnya.
Karena menurut mereka hubungan seks adalah ekspansi dari cinta, jadi melakukannya harus dari tahap foreplay dulu, baru melangkah ke tahap-tahap lain, mengenai tempat, quicky sex dapat dilakukan mulai dari tempat umum seperti toilet, lift, ruang meeting , ruang ganti atau bahkan di pesawat terbang. Bahkan yang paling konvensional dapat dilakukan di ruang- ruang dalam rumah seperti dapur, ruang tamu, hingga taman belakang saat anak-anak sudah tertidur lelap, seks kilat tidak dapat dilakukan dari salah satu pihak saja. Karena itu, lihat pasangan masing-masing apakah bersedia melakukan hubungan intim dengan gaya itu. Karena unsur bereksperimen tadi menyebabkan pelakunya sering mengalami rasa deg-degan.
Kalau kedua belah pihak saling menyadari hal itu dan memiliki kesadaran, tidak menjadi masalah. Namun kalau pasangan terlalu tegang dan tidak menikmatinya, hal itu yang tidak baik, dengan memaksakan seks kilat pada pasangan akan berdampak negatif, bahkan dapat menimbulkan kondisi stres yang berbeda-beda. Jadi di sini perlu komunikasi dan penyamaan visi agar tidak menimbulkan konflik karena dianggap sebagai sebuah tuntutan. Jadi, tergantung Anda ingin melakukannya atau tidak.
Jumat, 16 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar